Cari Artikel

Cari Blog Ini

Masa Orientasi Peserta Didik Baru

Mopdik atau masa orientasi peserta didik baru adalah masa bagi siswa-siswi baru untuk mengenal lebih dekat tentang MTs Al Futuhiyyah.

Tamu dari Jerman: Prof. Dr. Bernhard Lehmann

Hari itu, Senin tanggal 9 September 2013 tepat jam 11 siang, MTs Al Futuhiyyah Wonosobo kedatangan tamu spesial dari Negara Jerman, Prof. Dr. Bernhard Lehmann.

Peringatan Maulid Nabi

Setiap tahun, MTs Al Futuhiyyah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Kegiatan biasanya dilakukan di Aula Madrasah.

Tim Drumband MTs Al Futuhiyyah

MTs Al Futuhiyyah memiliki tim drumband yang selalu eksis di berbagai event. Beberapa kali tim drumband MTs tampil dalam kegiatan tahunan LP Maarif Kabupaten Wonosobo.

Wisuda dan Pelepasan

Wisuda dan Pelepasan adalah kegiatan akhir bagi siswa-siswi kelas IX MTs Al Futuhiyyah. Dalam kegiatan ini, para siswa diwisuda oleh Kepala Madrasah.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2015

Tes Bacaan Shalat


Jumat 4 September 2015  di MTs  Futuhiyyah Bumirejo Mojotengah Wonosobo mengadakan kegiatan yang bersifat mendadak, yaitu evaluasi pelaksanaan sholat dhuha.
 

Seperti diketahui, di Madrasah ini mengadakan kegiatan sholat dhuha yang dilakukan setiap pagi sebelum dimulainya  jam pelajaran madrasah, kecuali hari Senin (karena melaksanakan upacara bendera) dan Jumat (untuk kegiatan SKJ).
 

Kegiatan sholat dhuha berjamaah rutin ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kedisiplinan sejak dini, tidak hanya dibidang agama tapi juga pendidikan.
 

Bisa dipastikan, lebih dari 75 % siswa yang melaksanakan ibadah ini dengan baik, mereka mempunyai nilai akademik yang memuaskan (memenuhi standar nilai KKM).
 

Sedangkan kegiatan evaluasi ini diadakan untuk menumbuhkan semangat yang dimilki siswa supaya lebih baik lagi dalam melaksanakan ibadah sholat dhuha berjamaah.
 

Kegiatan ini berawal dari ide cerdas salah seorang guru pengajar di MTs Al-Futuhiyyah Bumirejo Mojotengah.
 

Dari kegiatan evaluasi yang kemarin diadakan ini, Alhamdulillah diperoleh hasil yang memuaskan. Rata-rata setengah dari jumlah siswa di setiap kelas sudah hafal bacaan sholat dengan baik, walaupun ada sebagian yang masih putus-sambung dalam membaca doa sholat dhuha.
Karena dirasakan sangat bermanfaat, maka pihak madrasah berencana untuk melaksanakan evaluasi ini insya Allah setiap 2 Jumat sekali. [Totok Prasosojo - PPL UNSIQ 2015]




Tradisi Peci Hitam

Sekilas tidak ada perbedaan dari siswa di MTs Al-Futuhiyyah Bumirejo dengan siswa di MTs yang lain. Pada hari Senin siswa di MTs.Al-Futuhiyyah memakai seragam yang sama dengan sekolah-sekolah yang lain yaitu memakai seragam OSIS putih biru. Tetapi setelah diperhatikan ada perbedaan dari para siswa putra di MTs Al-Futuhiyyah Bumirejo. Mereka tampak gagah menggunakan seragam OSIS putih biru yang dilengkapi dengan peci hitam. Tidak seperti siswa putra MTs lain yang biasanya seragam OSISnya dipadukan dengan topi OSIS juga.
 

Penasaran dengan hal itu, saya bertanya kepada salah seorang guru di MTs Al-Futuhiyyah. Beliau bernama Bapak Munaim, S.Pd.I. Beliau sudah mengabdi di MTs.Al-Futuhiyyah Bumirejo selama 28 tahun. Menurut beliau, para siswa putra di MTs Al-Futuhiyyah Bumirejo memang diwajibkan memakai peci hitam.Hal itu dilatarbelakangi oleh sejarah madrasah yang dulu adalah kepunyaan dari pondok pesantren Al-Futuhiyyah. Dan para santri yang mondok diwajibkan memakai peci hitam, sedangkan siswa MTs.Al-Futuhiyah 100 % adalah santri di pondok Al-Futuhiyah.
 
Seiring dengan berjalannya waktu, kini para siswa di MTs Al-Futuhiyyah hanya sekitar 40 % yang mondok di pondok pesantren. Sebagian besar siswa adalah siswa yang bermukim di daerah sekitar MTs Al-Futuhiyyah, yaitu daerah Kongsi, Andongsili, dan sekitarnya.
Siswa putra yang tidak menaati aturan memakai peci akan terkena hukuman.”Hukuman bagi siswa putra yang tidak memakai peci adalah siswa tersebut akan dihukum berlari mengelilingi halaman MTs”. 

Kata bapak Munaim S.Pd.I. Harapan dari sekolah dengan adanya tradisi memakai peci bagi siswa putra adalah para siswa akan berperilaku akhlakul karimah yang nantinya akan membawa nama baik almamater tercinta yaitu MTs Al-Futuhiyyah.
Walaupun siswa yang mondok hanya sekitar 40 %, tapi tradisi memakai peci itu tetap dilestarikan sampai sekarang dan menjadi ciri khas tersendiri dari MTs.Al-Futuhiyah Bumirejo.

[Nurul Imaroh - PPL UNSIQ 2015]

MTs Al Futuhiyyah siiippp dech...!!!


MTs Al Futuhiyyah yang berada di dusun Bumen desa Bumirejo Kec.Mojotengah, Wonosobo adalah salah satu madrasah yang didirikan oleh Bapak K.H. Muhammad Munir Abdullah atau yang akrab dipanggil Bapak KH Agus Munir, yang berdiri pada tanggal 18 Juli 1982. Atas peran dari ulama dan tokoh masyarakat khususnya KH Agus Munir, MTs Al Futuhiyyah sudah mendapat pengakuan dari Departemen Agama dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
 
MTs Al Futuhiyyah  memiliki visi: "CERDAS ,TRAMPIL dan BERAKHLAK MULIA". Sedang misi yang diemban:
1.    Optimalisasi potensi siswa melalui pembelajaran efektif
2.    Penanaman nilai agama untuk membentuk budi pekerti mulia
3.    Pembekalan ketrampilan guna menghadapi modernisasi
 
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, kurikulum yang disiapkan pun tidak sekedar memberi bekal santri Al-Qur’an, Fikih, hadist, Tafsir dan Bahasa Arab dan juga jawa, selain itu juga ada kegiatan ekstra setiap paginya sebelum masuk dilaksanakan sholat dhuha bersama sama ,murid dan dewan guru.Kegiatan kepramukaan juga tdak ketinggalan di tambah lagi kesenian drumband dari siswa-siswi MTs Al Futuhiyyah  ahlakul karimah juga di tanamkan dilingkungan MTs Al Futuhiyyah  untuk anak putra diharuskan memakai peci/berpakaian sopan dan berperilaku baik sebagaimana layaknya muslim. 
MTs Al Futuhiyyah  selalu menanamkan pada peserta didiknya bersikap sopan/santun terhadap kepala sekolah juga bapak dan ibu gurunya. Untuk itu mari kita jaga nama baik MTs Al Futuhiyyah. [Menuk Indriyani - PPL UNSIQ 2015]

Shalat Dhuha di MTs Al Futuhiyyah


Pada hari Jum’at, 4 September 2015 siswa-siawi MTs Al Futuhiyyah Bumirejo yang berada di Desa Bumirejo Mojotengah Wonosobo melaksanakan praktek ibadah diantaranya adalah praktek Sholat Dhuha. Kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dua minggu seklai dilaksanakan setiap jam pertama pada hari Jum’at. Praktek ibadah ini dilaksanakan dikelas masing-masing dan setiap kelas didampingi dua guru pembimbing untuk menilai siswa-siswi dalam praktek tersebut. Dalam kegiatan ini pelaksanaan awl adalah siswa disuruh menghafal bacaan-bacaan dan doa Sholat Dhuha. Kemudian setelah itu siswa disuruh mempraktekkan langsung didepan kelas.

Sebenarnya Sholat Dhuha sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari kecuali hari Senin bagi siswa-siswi MTs Al Futuhiyyah yag dilaksanakan pada jam 07:00-07:20 atau sebelum jam pertama dimulai. Akan tetapi tuuan diadakannya kegiata ini adalah upaya untuk membimbing siswa=siswi MTs Al Futuhiyyah agar lebih memahami dan menghafal bacaan-bacaan dalam Sholat Dhuha tersebut, dikhawatirkan mereka hanya ikut-ikutan sholat atau bahkan mereka tidak mengerti apa yang seharusnya dibaca pada saat Sholat Dhuha. [Inayah - PPL UNSIQ 2015]

Kegiatan Lomba Menjelang HUT RI ke-70


Sorak-sorai dan tawa ria pennton mewarnai peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 oleh MTs  AL-FUTUHIYYAH , Sabtu (15/08).
 
Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI di MTs AL-FUTUHIYAH ini beragam pada masing-masing  lomba yang akan diadakan seperti, lomba pecah air, lomba memasukan paku ke dalam botol, dan juga lomba futsal.
 
Pada lomba pecah air gelak tawa penonton mencuat ketka para peserta yang saling kebingungan mencari air yang digantung untuk dipukul  karena mata yang  dtutup. Ada anak yang seketika langsung bisa memecahkan , ada  anak yang hanya berputar-putar mencari letak air yang digatung  dan ada pula anak yang terjatuh karena menabrak peserta lain.
Begitu juga dengan lomba memasukan paku ke dalam botol, dengan ekspresi, kefokusan dan konsentrasi peserta dalam berusaha mencoba memasukan paku yang dikaitkan pada peserta yang berjumlah 4 anak dalam satu regu. Situasi ketika peserta dalam berusaha memasukan paku ke dalam botol mengundang gelak tawa penonton.
 
Keseruan semakin memuncak dengan perlombaan futsal ketika para peserta berebutan dan penjebolan bola oleh peserta lomba ke gawang.
Peserta lomba adalah siswa siswi perwakilan kelas masing-masing di tiap tingkatan MTS AL-FUTUHIYYAH seperti kelas VII Ar-robi’ah Addawiyyah, Salman AL-Farissy ,Al-Battani, Kelas VIII Aisyah.ra,Al Biruni,Al Farobi dan kelas IX Ibnu Rusyid,Fatimah Zahra dan Al Haitsam.
 
Beragam pendapat dari siswa siswi tentang acara lomba yang diadakan. Menurut Delvi salah satu pemenang dari lomba pecah air “acara peringatan 17 agustus ini sangat menguntungkan. Dengan adanya perlombaan seperti ini kita bisa salng mngeluarkan semangat dalam diri kita dan bisa dapat hadiah” ujarnya sambil tertawa.
 
Terkait dengan pelaksanaan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 70 ini, MTs AL-Futuhiyyah memulainya sejak tanggal 15 agustus dan kemudian pada HUT-nya, senin 17 agustus dilanjutkan dengan acara final lomba futsal setelah mengadakan upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-70 di pagi harinya.
 
Dikatakan H. Lukman Nur Amin selaku kepala sekolah, untuk “peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-70 di sekolah MTs AL-Futuhiyyah dimulai pada jum’at 14 agustus dan final di hari sabtu 15 agustus dan pembagian hadiah pada tanggal 17 agustus setelah upacara bendera pada pagi harinya.
 
Persiapan memang telah dilakukan sejak seminggu sebelumnya terutama untuk upacara bendera degan beberapa kali latihan oleh pelaksana yang telah dipilih  dengan dikoordinatori oleh guru olahraga dan guru-guru lainya.
 
Acara berlangsung lancar juga salah satunya karena kerja sama setiap elemen sekolah juga OSIS sebagai panitia acara. [Fiqi Ekawati - PPL UNSIQ 2015]

Ekstra Kurikuler MTs Al Futuhiyyah


Madrasah Tsanawiyah Al Futuhiyyah Bumirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo adalah salah satu lembaga pendidikan islam yang bernaung dibawah Kementrian Agama Kabupaten Wonosobo. Madrasah ini merupakan madrasah dibawah yayasan AN-Nabawi asy-arif, MTs Al-Futuhiyyah berdiri pada tahun 1982. Kegiatan belajar mengajar diawali dengan shalat dhuha berjamaah yang dipimpin oleh guru piket yang bertugas setiap harinya yang sudah disesuaikan dengan jadwal mengajar. Bagi siswa yang telah melaksanakan shalat dhuha berjamaah akan dibagikan kartu yang sudah dilengkapi NIS siswa,jadi siswa yang tidak melaksanakan shalat dhuha berjamaah akan mendapatkan sanksi yang telah disiapkan pihak sekolah. Selain itu juga ada amal hari senin bagi seluruh siswa-siswi untuk menambah kas OSIS Madrasah.
 
Selain kegiatan rutin seperti diatas, MTs Al-Futuhiyyah juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang sudah mulai berjalan rutin. Kegiatan ekstrakurikuler untuk tahun ini meliputi : Pramuka, Drumband, dan mading (majalah dinding). Ekkstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa-siswi  MTs Al-Futuhiyyah kelas VII adalah Pramuka, karena kegiatan pramuka merupakan ekstra yang bisa membentuk karakter para siswanya, “ pramuka diharapkan bisa membentuk karakter siswa-siswi dan bisa menanamkan tanggung jawab para siswa agar ada jiwa kepemimpinan, pramuka juga bertanggung jawab melatih kedisiplinan supaya siswa-siswi terbiasa berlaku disiplin di lingkungan madrasah”. Ujar Bapak Slamet Riyadi, A.Md selaku pembina pramuka MTs Al-Futuhiyyah di sela-sela latihan pramuka.
   
Selain ekstrakurikuler wajib, ada juga ekstrakurikuler pilihan, untuk semester gasal ini baru ada 2 yang sudah positif akan diaktifkan yaitu Drumband dan Mading (Majalah Dinding), dua kegiatan ini bisa diikuti oleh siswa sesuai dengan minat dan bakat yang ada dalam diri siswa tersebut. Untuk siswa yang mempunyai bakat dalam bidang musik bisa masuk dalam ekstra Drumband. Ekstra ini biasanya di ikutkan dalam berbagai macam lomba dan festifal. Dan untuk siswa yang memiliki bakat dalam menulis dan karya seni bisa masuk di ekstra Mading (Majalah dinding).
     
Ekstrakurikuler ini di adakan pihak sekolah karena diharapkan siswa bisa mengetahui bakat apa yang dimiliki dan bisa mengembangkan melalui wadah yang sudah ada di sekolah. ’’pihak sekolah juga sangat dimudahkan dengan adanya ekstrakurikuler ini karena ketika ada perlombaan sudah tidak pusing memikirkan seleksi untuk mengikuti lomba tersebut dan pihak madrasah juga jadi mengetahui siapa saja siswa yang memiliki bakat’’ tutur Bapak Wawan Prasetyo Heryanto, S.Pd selaku waka kesiswaan di MTs Al-Futuhiyyah Bumirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. [Ani Sapta - PPL UNSIQ 2015]

Berikut beberapa tangkapan kamera mengenai kegiatan dimaksud:





Guru dan Santri


Segala puji bagi Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi anugerah, Dialah yang memiliki kekayaan, keagungan dan kebaikan yang memberi kita petunjuk  untuk beriman. Dia melebihkan agama kita berbanding agama-agama lain,dan memberi kita anugerah dengan mengutus kepada kita makhluknya yang paling dimuliakan-Nya dan paling utama disisiNya, kekasih dan rasul-Nya, Muhammad s.a.w.
 
Alhamdulillah.. Pertama kali melangkahkan di Mts Al-Futuhiyyah ini dalam hati berkata “ mudah-mudahan empat puluh hari kedepan kami benar-benar menikmati misi ini dan mudah-mudahan anak didiknya ‘pada ndilek’ .Ya kedatangan kami disambut dengan  hangat, dan lebih surprise lagi ternyata kepala sekolahnya adalah Bp. Lukman Nur Amin Lc, MSi salah satu dosen saya  di UNSIQ. Masih segar di ingatan saya, pernah suatu  ketika di semester V saya mempresentasikan makalah dan kurang lancar, karena jujur saja waktu itu kurang belajar, maka oleh beliau kami dipersilahkan untuk  belajar lagi dan mempersiapkannya lebih optimal, supaya dilain waktu kami bisa menyajikan presentasi dengan lebih baik. Jadi kesan pertama dapat tugas PPL di Mts Al-Futuhiyyah saya  bersyukur karena dibawah kepemimpinan seorang kepala sekolah yang tegas mudah-mudahan kedepannya menjadi motivasi agar saya lebih maju dan disiplin.
 
Alhamdulillah juga dari sekian banyak sekolah kami di takdikan PPL di Mts Al-Futuhiyyah ini yang notabennya sebagian anak didiknya adalah para santriwan dan santriwati di pondok pesantren disekitar lingkungan sekolah, menurut sebuah sumber kurang lebih ada hamper 40% santriwan dan santriwati di Mts ini . Orang-orang dahulu percaya santri itu keramat alias membawa berkah, ya sekali lagi saya berharap pengabdin saya yang tidak lama ini nantinya membawa keberkahan untuk kedepannya yang lebih panjang. Seorang pelajar yang nyambi nyantri menurut pengamatan saya lebih mudah untuk di bentuk karakternya. Karakter berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Mengapa lebih mudah membentuk karakter seorang santri? Ada beberapa faktor dominan yang mempengaruhinya. Yang pertama adalah interaksi langsung seorang santri dengan murobbi , karena dengan berinteraksi langsung secara kontinyu seorang santri bisa mengambil teladan dari seorang guru.Sifat wara’ seorang guru, sikap dan rutinitas seorang guru didalam pesantren yang setiap hari santri saksikan secara tidak langsung memberi pesan dan kesan kepada santri. Sebagai para sahabat terkesan dengan dakwah Rasul Karena uswahnya atau keteladanan Rasul.
 
Di dalam pesantren peran kyai atau guru adalah sebagai spiritual father ( bapak rohani), bagi santri yang memberi santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilakunya yang buruk. Dalam beberapa hadis disebutkan : “ jadilah engkau sebagai guru, atau pelajar atau pendengar atau pecinta, dan janganlah  engkau menjadi orang yang kelima, sehingga engkau menjadi rusak.” Dalam hadis lain Rasulullah bersabda : ‘Tinta seorang ilmuwan(yang menjadi guru) lebih berharga ketimbangdarah para syuhada’. Subhanallah.. begitu mulia kedudukan seorang guru. Terlebih di pesantren yang masih kental dengan ta’dzimul ustadz,  para santri percaya dengan memuliakan guru, mereka memperoleh pahala disisi Allah dan mendapatkan keberkahan ilmu. Wallahu ‘alam. [Khoriyah - PPL UNSIQ 2015]

Semarak Menyambut Hari Pramuka & HUT RI ke-70


Tak seperti hari-hari biasanya yang sunyi saat jam pelajaran berlangsung, saat itu Jum’at 14 Agustus 2015 halaman MTs Al Futuhiyyah ramai dipenuhi teriakan para siswa. Para siswa tersebut merupakan supporter yang memberikan semangat pada tim perwakilan kelasnya yang berlaga di perlombaan. Tak heran dengan suasana tersebut karena kegiatan perlombaan memang sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh para panitia yang beranggotakan OSIS dan DK MTs Al Futuhiyyah. Serangkaian kegiatan perlombaan antar kelas di MTs Al Futuhiyyah ini ditujukan untuk memperingati dan memeriahkan Hari Pramuka ke-54 sekaligus HUT Kemerdekaan RI ke-70.
 
Kegiatan perlombaan dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada Jum’at dan Sabtu (14 dan 15 Agustus 2015) bertempat di kampus MTs Al Futuhiyyah. Diawali dengan upacara bendera memperingati Hari Pramuka ke-54 tanggal 14 Agustus 2015 pada pukul 07.00 WIB di halaman madrasah. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh warga MTs Al Futuhiyyah dengan penuh khidmat. Bapak H. Lukman Nur Amin selaku pembina upacara, dalam amanatnya menyampaikan bahwa setiap anggota pramuka harus mengamalkan nilai-nilai akhlak yang termaktub dalam dasa dharma pramuka. Selain itu siswa diharapkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan perlombaan yang akan diselenggarakan selepas upacara, dan puncaknya yaitu upacara bendera memperingati HUT RI ke-70 pada Senin, 17 Agustus 2015 di lapangan kecamatan Mojotengah.
 
Adapun kegiatan perlombaan yang diselenggarakan panitia terdiri dari jenis permainan (sepak bola, pecah air, dan memasukkan pensil dalam botol), perlombaan bertema kebangsaan (membaca puisi bertema pahlawan, paduan suara lagu nasional, dan menghias kelas bernuansa kemerdekaan), dan tak lupa perlombaan bertema keagamaan (kaligrafi dan tilawah). “Adanya perlombaan kaligrafi dan tilawah dimaksudkan agar tak meninggalkan ciri khas madrasah sekaligus mengembangkan bakat-bakat yang ditemukan dari peserta didik baru.”, tutur bapak Wawan Prasetyo Heriyanto selaku waka kesiswaan. Beliau juga menegaskan bahwa dana dalam kegiatan ini bersumber dari kas OSIS dan dari amal mingguan siswa, sehingga tidak ada pungutan lagi untuk para siswa.
 
Agenda kegiatan pada hari Jum’at yaitu lomba membaca puisi, kaligrafi dan tilawah dilaksanakan serentak pada ruang yang sudah disediakan panitia. Sedangkan perlombaan sepak bola berlangsung di halaman madrasah. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00-11.00 WIB. Penjurian dilaksanakan saat itu juga oleh guru bukan wali kelas dan dibantu dari mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dari UNSIQ Wonosobo. Antusias para siswa terlihat dari tak adanya peserta perwakilan dari setiap kelas yang absen dari perlombaan, bahkan semangat peserta putra yang mengikuti sepak bola tak padam meskipun cuaca sangat terik. “Saya sangat senang sekali dengan kegiatan lomba seperti ini, bagus dan menarik. Dapat memajukan madrasah juga.”, ujar Fajar Agustian (VII Salman Al Farisi) di sela-sela menonton perlombaan sepak bola.
 
Selanjutnya untuk kegiatan pada hari Sabtu yaitu lomba menghias kelas bernuansa kemerdekaan, permainan pecah air, permainan memasukkan pensil dalam botol, dan paduan suara. Perlombaan dimulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Kegiatan ini tak kalah menariknya, sebab saat perlombaan permainan sudah dimulai tak henti-hentinya teriakan dukungan dilontarkan para siswa berharap agar tim perwakilan kelasnya yang nanti akan menang. Menjadi hiburan tersendiri ketika menyaksikan aksi para peserta dengan penutup mata yang kebingungan mencari plastik berisi air untuk dipukul yang terkadang terkesan lucu. Teriakan gembira terlontar dari para supporter tatkala perwakilan kelasnya berhasil memecah plastik air yang tergantung. Suasana semakin meriah ketika para bapak ibu guru ikut terlibat dalam perlombaan. Sementara siswa lain yang tidak mengikuti lomba permainan, terlihat sibuk menghias kelas mereka dengan tema kemerdekaan untuk nantinya dinilai oleh mahasiswa PPL UNSIQ sebagai perwakilan juri. Begitu pun dengan lomba paduan suara dengan membawakan lagu wajib (hymne dan mars MTs) juga lagu nasional, begitu meriah karena dilaksanakan di halaman kelas dan disaksikan seluruh siswa beserta bapak ibu guru.
 
Ketika ditanya mengenai pelaksanaan kegiatan lomba, Ahmad Musafik (IX Ibnu Rusyd) sebagai ketua panitia mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan lomba sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan. “Tinggal mempersiapkan untuk pembagian hadiah besok Senin,” tambahnya. Hal senada juga diungkapkan oleh bapak H. Lukman Nur Amin selaku kepala madrasah, bahwa perencanaan dan pelaksanaan kegiatan perlombaan sudah baik. Kegiatan semacam ini perlu dibuat agenda rutin tahunan agar para siswa tidak jenuh dengan kegiatan KBM di dalam kelas saja. Dan yang terpenting dengan adanya kegiatan lomba-lomba tersebut, diharapkan siswa akan lebih mencintai almamater, bangsa, dan agamanya. [Ardita Nur Rizki: PPL UNSIQ 2015]
 
Berikut foto-foto kegiatan dimaksud:





Rabu, 17 Desember 2014

KETIKA PARA GURU MENJADI PETUGAS UPACARA



Tanggal  25 November, seperti yang kita tahu, selalu diperingati sebagai  Hari Guru Nasional. Guru-Guru diseluruh wilayah Nusantara merayakan hari besar mereka. Tak terkecuali di MTs Al Futuhiyyah, para Guru memiliki cara unik untuk merayakan hari istimewa tersebut, yakni dengan menjadi petugas upacara dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional.




 
Selasa pagi, cuaca tampak cerah, mentari yang bersinar seolah menyemangati Guru-Guru yang telah menyiapkan diri.  Para siswa pun tak seperti biasa yang malas dan ogah-ogahan ketika mengikuti upacara bendera hari Senin, tetapi pagi ini merka tampak antusias. Tanpa dikomando, mereka segera menempatkan diri di halaman Madrasah.  Mereka tak sabar untuk mengikuti upacara yang istimewa ini.
Guru, yang biasanya menjadi pembina dan peserta saja, hari ini tampil menjadi petugas yang tak kalah hebatnya dengan para murid. Persiapan upacara ini sudah dimulai sejak hari Senin siang, seusai jam pelajaran, para Guru berlatih upacara. Meski cuaca siang itu bumi diguyur hujan deras, tetapi semangat para guru tak luntur. Mereka tetap berlatih dengan penuh semangat, dan dengan mantol atau jas hujan mereka melawan terpaan hujan yang mengguyur.


 
Prosesi upacara pun berjalan lancar dan khidmat, guru yang bertugas sukses melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan, mulai dari pengibaran bendera, hingga pembacaan doa. Ibu Ani faoriyah selaku Waka Bag. Kurikulum, yang pada pagi itu bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan apresiasi positif terhadap suksesnya para guru dalam melaksankan tugas sebagai petugas upacara. Beliau berpesan, agar para siswa dapat mencontoh semangat para guru, serta menjadikan guru sebagai suri tauladan yang baik. Tak lupa ibu Ani juga mengucapkan “selamat Hari Guru Nasional, jadilah guru yang,
Hadirnya ditunggu selalu,
Hilangnya dirindu selalu,
Ilmunya diburu selalu,
Nasehatnya diseru selalu,
Tingkah lakunya ditiru selalu,
Jasanya di kalbu selalu,
Karena Allah SWT,
Demi agama, Nusa, dan Bangsa
Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi Guru yang hebat bisa melahirkan ribuan orang hebat!”
SELAMAT HARI GURU![ha]

Jumat, 31 Oktober 2014

Siswa/siswi MTs Al Futuhiyyah Berkurban


Dalam rangka menyambut Hari Raya Kurban atau Iedul Adha 1635 H, siswa-siwi MTs Al Futuhiyyah melaksanakan agenda tahunan, yakni latihan kurban, pada hari Senin, tanggal 6 Oktober 2014, bertempat di halaman kampus MTs Al Futuhiyyah.

Acara ini dimaksudkan untuk melatih keihlasan dan rasa kepedulian sosial para sisiwa terhadap masyarakat sekitar, khususnya warga kurang mampu. Diharapkan dengan berkurban siswa mampu meneladani sikap taqwa dan ihlas dari Nabi Ibrahim As, serta sikap taat Nabi Ismail As dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Dalam kisah, Nabi Ibrahim As mendapat perintah dari Allah untuk mengorbankan putra yang amat dikasihi, yakni Nabi Ismail As. Pada awalnya  Beliau merasa ragu terhadap perintah tersebut, namun  ketaatan dan kepatuhan Nabi Ismail telah meyakinkan Beliau untuk melaksanakan perintah Allah tersebut.

Dalam pelaksanakan latihan kurban tersebut , MTs Al Futuhiyyah menyembelih seekor kambing, yang dagingnya dibagikan kepada warga sekitar MTs yang dianggap kurang mampu. Acara penyembelihan hewan kurban tersebut didahului dengan Mauidhoh Khasanah yang disampaikan oleh bapak Munangim, menurutnya, hukum berkurban di Hari Raya Iedhul Adha ada 2, yakni wajib dan sunah. Wajib bagi orang-orang islam yang dianggap mampu, serta sunah bagi setiap muslim. Siswa-siswi MTs Al Futuhiyyah tampak khidmad mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh bapak Munangim.

Selanjutnya  pelaksanaan penyembelihan dipimpin oleh bapak Kyai Mukhlas dibantu oleh para sisiwa, yang nampak bersemangat  saat berpartisipasi dalam proses penyembelihan dan membagi-bagikan daging kurban kepada warga sekitar. [ha]

Berikut beberapa tangkapan layar suasana kurban MTs Al Futuhiyyah: 


Tim Drumband: Practice Makes Perfect


Beberapa hari ini, tim drumband MTs Al Futuhiyyah sibuk mempersiapkan diri untuk pentas di beberapa event desa. Tanggal 1 Muharram lalu MTs Al Futuhiyyah ikut serta memeriahkan acara Tanggap Warsa Enggal di desa Pagerejo. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh tim drumband. Di antaranya dengan melakukan latihan dan perawatan peralatan.

Kegiatan latihan dilakukan setelah jam pelajaran. Biasanya antara jam 14.00 – 16.00 WIB. Namun, karena mendesaknya waktu, sebanyak dua kali latihan dilakukan pada jam pelajaran. Agar tidak mengganggu Kegiatan Belajar-Mengajar, latihan dilakukan di lapangan Kongsi, desa Bumirejo.

Meski terik matahari siang menyengat, anggota tim drumband tetap semangat untuk berlatih. Latihan mereka pun bias dibilang mandiri, karena tanpa pelatih asli, mereka tetap dapat berlatih dengan baik. Hal ini berkat kerja sama yang baik antara anggota tim drumband, mayoret, waka kesiswaan, dan bagian tata usaha yang giat membantu latihan.

Ketika ditanya bagaimana memompa semangat anggota, M. Makhin, mayoret tim, mengatakan, “Kami sampaikan ke teman-teman kita harus pantang menyerah. Jangan sampai latihan kita kalah dari panas matahari. Kami juga berusaha membuat teman-teman ceria dan jangan sampai membuat mereka marah atau jengkel dengan keadaan.”

Latihan juga dilakukan pada hari Jumat, 31 Oktober 2014, ba’da Jum’atan. Hadir dalam latihan, mayoret senior, alumni MTs Al Futuhiyyah, lulusan tahun 2014, Siti Nur Hasanah. Ketika ditanya tentang alasan kehadirannya, Siti menyampaikan, “Saya ingin MTs Al Futuhiyyah lebih maju. Makanya saya tergerak untuk ikut menemani adik-adik berlatih. Karena jika MTs Al Futuhiyyah lebih maju, saya juga ikut senang dan bangga.”

Dalam latihan, anggota tim memakai pakaian bebas tapi sopan. Bahkan dua anggota tampak memakai sarung ketika latihan. Mereka adalah anak-anak pondok yang rajin mengikuti kegiatan drumband. Tim drumband perlu berlatih di hari Jum’at tersebut karena keesokan harinya, Sabtu, 1 November 2014, tim dijadwalkan memeriahkan kegiatan Peringatan Tahun Baru Hijriyah di desa Krasak, Mojotengah, Wonosobo. [Lc]

Berikut suasana latihan dalam jepretan kamera:


Selasa, 28 Oktober 2014

Outdoor Ceremony, Peringatan Tahun Baru 1436 H


Suara tepuk dan yel-yel semangat mengiringi peringatan tahun baru hijriyah di MTs Al Futuhiyyah kali ini. Kemarin, Senin, 3 Muharram 1436 H, bertepatan dengan 27 Oktober 2014 M, seluruh civitas akademika MTs Al Futuhiyyah menyelenggarakan peringatan tahun baru hijriyah dengan cara yang unik. Para siswa/siswi, bapak/ibu guru dan karyawan berkumpul bersama untuk memperingati hijrah Nabi di halaman Madrasah.

Acara yang digelar di luar ruangan ini memberi warna baru bagi kegiatan-kegiatan PHBI di lingkungan MTs Al Futuhiyyah. Sebab, selama ini, selain hari raya Qurban, peringatan-peringatan hari besar Islam dilaksanakan di dalam ruangan,  yaitu di aula Madrasah. Namun kali ini, peringatan tahun baru 1436 H diselenggarakan dalam format santai, bermakna, dan menyenangkan di luar aula Madrasah.

Pak Wawan, sebagai penggagas format acara, menuturkan keinginannya agar peringatan 1 Muharram dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan. “Model pembelajaran outdoor activity kita adopsi pada peringatan tahun baru hijriyah kali ini agar para siswa, guru dan karyawan merasakan suasana kebersamaan dan keterbukaan,” demikian Pak Wawan.

Kegiatan peringatan tahun baru hijriyah ini diisi dengan dua tausiyah yang dibagi dalam dua sesi. Pada setiap sesi, disampaikan tausiyah dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Sesi pertama diisi tausiyah tentang makna tahun baru, yang disampaikan oleh Pak Munangim. Pada saat tanya jawab, beberapa siswa secara kreatif mengajukan pertanyaan ke pemateri. “Pak Mun, mengapa orang sering mengatakan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang angker?” demikian pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang penanya.

Sedangkan pada sesi kedua, tausiyah disampaikan oleh Pak Lukman dengan tema kedisiplinan dan tanggung jawab. Pak Lukman menceritakan kisah perang Uhud, sebagai contoh resiko ketidakdisplinan dan juga contoh tanggung jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh para siswa yang ternyata lebih tertarik ke materi cerita daripada pesan kedisiplinan dan tanggung jawab. Salah satu penanya, Ahmad Rifai dari kelas 9 Al-Haitsam bertanya, “Pak Lukman, dimanakah posisi Rasulullah ketika memimpin perang Uhud?” Disusul oleh Misfalah Fahrozi dari kelas 8 Al-Biruni mengajukan pertanyaan, “Apakah sayyidina Hamzah meninggal karena dilempari batu atau tombak?”

Acara peringatan tahun baru dilanjutkan dengan lomba tilawah dan puisi religi yang diikuti perwakilan dari masing-masing kelas. Hampir semua kelas mengirimkan jago-jagonya untuk berlomba di kedua cabang perlombaan. Acara berlangsung dari jam 07.15 - 10.45 WIB.

Kepala Madrasah menyambut baik kegiatan yang dirancang secara kreatif ini. Beliau juga menyampaikan apresiasi, baik kepada penggagas acara maupun kepada peserta, yang semuanya telah saling membantu untuk menyambut kedatangan tahun baru 1436 H. [Lc]

Berikut beberapa hasil jepretan kamera dalam kegiatan tersebut: 




Sabtu, 18 Oktober 2014

UTS Semester Ganjil 2014/2015




MTs Al Futuhiyyah baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Ulangan Tengah Semester (UTS) Semester Gasal Tahun Pelajaran 2014/2015. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, 13-18 Oktober 2014. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai media evaluasi hasil belajar siswa selama setengah semester. UTS kali ini diikuti oleh 402 siswa, baik dari kampus utama, Bumirejo, maupun kampus filial, Pagerejo.

Menurut Ketua Panitia, Pak Suroto, UTS kali ini dilaksanakan mundur satu minggu dari jadwal yang telah ditetapkan di kalender pendidikan (kaldik) MTs Al Futuhiyyah. Hal ini dikarenakan terlalu banyaknya hari libur pada bulan Juli dan Agustus. “UTS kali ini sedikit bergeser dari jadwal di kaldik, karena banyaknya hari libur, untuk puasa dan hari raya, bulan Juli dan Agustus lalu,” demikian Pak Suroto menyampaikan.

Masih menurutnya, UTS kali ini seharusnya diikuti 403 peserta. Namun yang dapat hadir hanya 402 peserta dikarenakan 1 peserta sakit tulang, sehingga belum bisa berjalan dan tidak memungkinkan untuk mengikuti UTS. Pak Suroto mengharapkan doa semua pihak agar 1 peserta yang sakit dapat segera sembuh dan dapat mengikuti pelajaran seperti biasa.

Pada UTS kali ini, panitia menerapkan aturan kedisiplinan berupa larangan keluar ruangan sebelum 15 menit menjelang jam ulangan berakhir. Menurut panitia, hal ini dimaksudkan agar semua siswa dapat berkonsentrasi mengerjakan soal dan tidak terganggu dengan keluarnya peserta lain dari ruangan, karena telah selesai mengerjakan soal.

Sebanyak 17 mata pelajaran diujikan pada UTS kali ini. Masing-masing adalah PKn, Bahasa Inggris, Akidah Akhlak, IPA, Bahasa Indonesia, Al-Qur’an Hadits, Matematika, IPS, SKI, Bahasa Arab, TIK/Prakarya, SBK, Bahasa Jawa, Ke-NU-an, Nahwu Shorof, Penjasorkes, dan Fikih. Semua peserta dibagi ke dalam 12 ruang, 9 di kampus Bumirejo, dan 3 di kampus Pagerejo, dengan jumlah pengawas sebanyak 21 guru/karyawan.

Kepala Madrasah, Pak Lukman, menyampaikan bahwa UTS kali ini adalah UTS yang pertama menerapkan Kurikulum 2013, khususnya untuk peserta didik kelas 7. Pak Lukman berharap kegiatan UTS yang rutin diselenggarakan 2 kali dalam setahun ini dapat memberikan hasil baik bagi guru maupun siswa. “Harapan kami agar kegiatan UTS dapat menjadi bahan evaluasi awal bagi keberhasilan guru dalam mengajar sekaligus bagi keberhasilan siswa dalam belajar,” demikian Kepala Madrasah.

Pak Lukman juga menyampaikan rasa syukurnya ke hadirat Allah swt. yang telah memberikan kesempatan kepada MTs Al Futuhiyyah untuk menyelenggarakan kegiatan ini, dari awal hingga akhir, tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah, dari hari pertama hingga terakhir, kegiatan dapat diikuti oleh semua peserta dengan baik dan lancar. Semoga Allah swt. menambahkan kemajuan dan kesuksesan untuk MTs Al Futuhiyyah.” Amin. [Lc]

Berikut suasana UTS MTs Al Futuhiyyah semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015:






Kamis, 25 September 2014

Sugeng, Ketua OSIS yang Baru

Pasangan Sugeng dan Zaky

 Pasangan Sugeng Hermanto-Rizki Arya Muzaky, dipastikan menjadi ketua dan wakil ketua OSIS MTs Al Futuhiyyah periode 2014/2015.Setelah sebelumnya berhasil mengungguli 2 pasang kandidat lainya dalam PEMILTOS ( Pemilihan Ketua OSIS), yang dilaksanakan pada 19 September 2014.

Pasangan ini menang dengan perolehan suara sebanyak 37,9%, mengungguli 2 kandidat lainya, yakni A Ristanto-Etika, 30,8%, dan M Imron Rosyadi-Shinta Laelatul M, 31,25%. Visi dan Misi yang merka sampaikan cukup memikat perhatian para pemilih, yakni ingin mewujudkan budi pekerti siswa-siswi MTs Al Futuhiyyah yang luhur, sedikit janji namun terbukti, janjinya.

Pemilihan Ketua OSIS ini dilaksanakan guna mencari pengganti bagi pengurus OSIS lama yang sekarang sudah naik ke kelas 9, yang artinya mereka disibukan dengan persiapan mengikuti UNAS. Menurut Waka Bagian Kesiswaan, bapak Ahmad Mundakir,S.Pd, pemilihan selain sebagai regenerasi dalam Organisasi Intra Sekolah juga dimaksudkan melatih terbentuknya budaya politik yang sehat di MTs Al Futuhiyyah. Siswa yang berjumlah 300 anak cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini, melai dari proses penjaringan kandidat, penyampaian Visi dan Misi hingga waktu pemungutan suara. Selain para siswa, Guru-guru pun turut serta menyumbangkan suaranya.
 
Siswa sedang memberikan suara alam PEMILTOS

Ketiga pasang kandidat, berasal dari kelas 7 dan kelas 8 dari semua kelas, yakni pasangan Anto-Etika berasal dari kelas 8 Aisyah dan 7 Robi'ah Al Adawiyah, pasangan Imron-Shinta berasal dari kelas 8 Al Farobi dan 7 Salman Al Farizi, sedangkan pasangan Sugeng-Zaky dari kelas 8 Al Biruni dan 7 Al Batani.(ha)
  
 Proses pendaftaran dan kampanye